Jakarta (Humas MTsN 19 Jakarta Selatan) — MTsN 19 Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan upacara penghormatan bendera Merah Putih dan doa bersama di lapangan madrasah pada Kamis (17/09/2026). Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh para guru serta staf tata usaha MTsN 19 Jakarta Selatan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi melalui Surat Edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Upacara penghormatan bendera dan doa menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap simbol negara sekaligus sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas di lingkungan madrasah.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 19 Jakarta Selatan, Vera Kusmayanti. Dalam amanatnya, Vera menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan staf tata usaha yang telah hadir tepat waktu dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Mengawali pesannya, Vera mengajak seluruh peserta untuk memulai aktivitas dengan semangat dan hati yang positif. “Pagi yang cerah, hati harus semangat,” ujarnya sembari memberikan apresiasi atas kekompakan para guru dan tenaga kependidikan yang mengenakan seragam korpri sebagai bagian dari kebersamaan keluarga besar madrasah.
Vera juga menyoroti perjuangan dan kelelahan yang sering kali tidak terlihat dalam menjalankan tugas sebagai guru maupun tenaga kependidikan. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mendampingi peserta didik, sementara staf tata usaha memiliki peran penting dalam memastikan berbagai urusan administrasi dan pelayanan madrasah berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Vera menyampaikan pesan tentang pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan tulus dan penuh tanggung jawab memiliki nilai kebaikan. “Gaji kita mungkin dari negara, tapi rezeki kita dari doa murid-murid kita,” ungkapnya dalam amanat apel.
Vera kemudian menyampaikan tiga pesan utama kepada para guru dan staf tata usaha. Pesan pertama adalah menjadikan setiap kelelahan dalam bekerja sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk tidak mudah menghitung-hitung pengorbanan, tetapi terus memberikan yang terbaik dalam mendidik dan melayani peserta didik.
Pesan kedua ditujukan kepada tenaga kependidikan dengan ungkapan, “TU Kuat, Madrasah Hebat.” Vera menegaskan bahwa staf tata usaha bukan sekadar pelengkap dalam sebuah madrasah, melainkan memiliki peran penting sebagai fondasi dalam mendukung kelancaran seluruh kegiatan. Karena itu, ketelitian, kerapian, dan kecepatan dalam memberikan pelayanan perlu terus dijaga.
Pesan ketiga adalah pentingnya membangun kerja sama. Vera mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk memandang satu sama lain sebagai satu tim, bukan sebagai pihak yang saling berhadapan. Guru membutuhkan dukungan tenaga kependidikan, demikian pula tenaga kependidikan membutuhkan dukungan dari para guru. “Jangan saling menjatuhkan, mari saling menguatkan,” pesannya.
Menutup amanatnya, Vera menyampaikan pantun yang menggambarkan semangat dan penghargaan terhadap profesi guru serta tenaga kependidikan. Ia mengajak seluruh keluarga besar MTsN 19 Jakarta Selatan untuk memulai aktivitas dengan senyuman yang tulus, semangat kebersamaan, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa sebagai ikhtiar bersama agar seluruh aktivitas madrasah senantiasa mendapatkan keberkahan dan kelancaran.

