Jakarta (Humas MTsN 19 Jakarta Selatan) — Guru Bimbingan dan Konseling MTsN 19 Jakarta, Dewita Ani, Kamilia Fatin, dan Mega Puspitasari., menerbitkan sebuah buku berjudul Buku Ruang Rasa melalui penerbit Jejak Publisher pada Rabu (13/05/2026). Buku ini merupakan kumpulan cerita pilihan karya siswa yang mengangkat berbagai dinamika emosional dalam kehidupan remaja.

Buku Ruang Rasa hadir sebagai wadah ekspresi bagi para siswa untuk menyampaikan isi hati, pengalaman, serta perasaan yang sering kali sulit diungkapkan secara langsung. Melalui tulisan yang jujur dan penuh makna, para siswa diajak untuk mengenali dan mengekspresikan emosi mereka secara positif.

Setiap cerita dalam buku ini menggambarkan beragam “ruang rasa” yang dimiliki remaja—mulai dari kebahagiaan, persahabatan, harapan, hingga kesedihan, kehilangan, dan pencarian jati diri. Ditulis dari sudut pandang siswa, kisah-kisah tersebut terasa dekat, nyata, dan menyentuh.

Dengan bahasa yang sederhana namun puitis, setiap tulisan memancarkan kejujuran, kerentanan, sekaligus kekuatan dalam menghadapi berbagai fase kehidupan remaja. Buku ini merupakan hasil dari proses panjang pengumpulan dan seleksi karya siswa yang dilakukan secara cermat oleh tim guru BK.

Dewita Ani, menyampaikan bahwa buku ini menjadi media refleksi diri bagi siswa agar lebih memahami perasaan mereka sendiri. “Melalui tulisan, siswa belajar jujur terhadap emosi yang dirasakan dan menemukan cara sehat untuk mengekspresikannya,” ujarnya.

Kamilia Fatin, menambahkan bahwa Buku Ruang Rasa juga menjadi sarana untuk menumbuhkan empati. “Kami berharap pembaca dapat memahami bahwa setiap individu memiliki cerita dan perjuangan yang berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Mega Puspitasari, menekankan pentingnya menulis sebagai proses penyembuhan emosional. “Menulis dapat menjadi ruang aman bagi siswa untuk mencurahkan perasaan sekaligus menguatkan diri,” ungkapnya.

Kepala MTsN 19 Jakarta Selatan, Vera Kusmayanti, turut memberikan apresiasi atas terbitnya buku ini. Ia menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para guru BK dalam membimbing siswa hingga mampu menghasilkan karya yang bermakna.

“Semoga Buku Ruang Rasa ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berkarya, berani mengekspresikan diri, serta menjadi sarana penguatan karakter dan kesehatan emosional bagi generasi muda,” tuturnya.

Dengan hadirnya Buku Ruang Rasa, agar para siswa tidak hanya semakin gemar membaca dan menulis, tetapi juga mampu memahami diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, serta menumbuhkan empati terhadap sesama melalui karya yang positif, kreatif, dan penuh makna.