Jakarta (Humas MTsN 19 Jakarta Selatan) — Pada Senin, (4/05/2026), telah dilaksanakan seminar edukatif bertema “Cara Bertindak Menghadapi Pelecehan, Kekerasan, dan Bullying” yang bertempat di Masjid Miftahul Fallah MTsN 19 Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga diri serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Madrasah, Vera Kusmayanti, yang menyampaikan bahwa kasus bullying, kekerasan, dan pelecehan masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan pendidikan. Beliau menekankan pentingnya peran bersama antara guru, siswa, dan orang tua dalam mencegah serta menangani permasalahan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para wali kelas dari kelas 7 dan 8 yang berperan sebagai pendamping siswa dalam kegiatan seminar. Kehadiran para wali kelas diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta memberikan dukungan lanjutan kepada siswa setelah kegiatan berlangsung.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari guru Bimbingan dan Konseling, yaitu Dewita Ani, Kamilia Fatin, dan Mega Puspitasari. Ketiga narasumber menyampaikan materi secara bergantian dengan pendekatan yang interaktif sehingga siswa dapat lebih mudah memahami isi materi.
Pada sesi pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai bullying, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya, seperti bullying verbal, fisik, dan sosial. Narasumber juga menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya empati, pengaruh lingkungan, serta keinginan untuk menunjukkan kekuasaan.
Peserta juga diajak untuk memahami dampak bullying yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Oleh karena itu, siswa diberikan arahan mengenai cara menghadapi bullying, baik sebagai korban, pelaku, maupun sebagai saksi yang harus berani bertindak dan tidak diam.
Selanjutnya, materi beralih pada pembahasan mengenai pelecehan. Peserta dikenalkan pada pengertian pelecehan serta bentuk-bentuknya, baik secara verbal maupun nonverbal. Hal ini bertujuan agar siswa mampu mengenali tanda-tanda pelecehan sejak dini.
Dalam sesi ini, narasumber juga menjelaskan batasan bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh dilanggar oleh orang lain. Selain itu, disampaikan pula langkah-langkah yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah kejadian pelecehan, seperti menjaga batasan diri, berani mengatakan tidak, serta segera melapor kepada pihak yang dipercaya.
Materi juga mencakup pembahasan mengenai kekerasan, baik secara fisik maupun emosional. Peserta diarahkan untuk memahami bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, serta pentingnya mencari bantuan ketika berada dalam situasi yang tidak aman.
Melalui seminar ini, agar siswa tidak hanya mampu mengenali bentuk-bentuk bullying, kekerasan, dan pelecehan seksual, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak dengan tepat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai empati pada siswa agar tercipta lingkungan sekolah yang saling menghargai, peduli, dan bebas dari tindakan negatif.

