Jakarta, 20 Oktober 2023 – Pada hari Jum’at, tanggal 20 Oktober 2023, seluruh warga MTsN 19 Jakarta Selatan berkumpul dengan penuh semangat di lapangan madrasah sejak pukul 06.45 pagi. Acara ini merupakan upaya bersama untuk memohon hujan dalam sholat Istisqa’ yang dipimpin oleh Bapak H. Ghozali, S. Ag, Wakil Kepala Bidang Humas MTsN 19 Jakarta Selatan.

Pukul 07.00 pagi, suasana lapangan madrasah dipenuhi dengan suara dzikir bersama yang dipimpin oleh Pak Buchori, salah seorang staf pendidik di madrasah ini. Suasana hening dan khidmat dirasakan oleh semua yang hadir, menunjukkan kesungguhan dan keimanan mereka dalam berdoa.

Pembacaan kaifiyat sholat Istisqa’ kemudian disampaikan oleh Pak Ohan Juhari, S. Hi, seorang ustadz yang berpengalaman dalam bidang agama Islam. Beliau menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan sholat Istisqa’ dengan penuh detail, sehingga seluruh jamaah dapat melaksanakannya dengan benar.

Sholat Istisqa’ kemudian dilaksanakan dengan khusyuk dan penuh harap. Jamaah yang terdiri dari seluruh siswa, dewan guru, dan karyawan madrasah, dipimpin oleh Bapak H. Ghozali, S. Ag. Mereka berdiri bersama, menunjukkan bahwa dalam kebersamaan, umat Islam berdoa untuk mendatangkan hujan sebagai rahmat dari Allah SWT.

Setelah sholat Istisqa’, Bapak Drs. H. Syaifuddin memberikan tausiyah kepada seluruh jamaah yang hadir. Tausiyah ini menjadi momen penting untuk memperkuat iman dan menyampaikan pesan moral kepada semua yang hadir.

Bapak Drs. H. Syaifuddin berkata, “Hari ini kita berkumpul dalam kebersamaan, bermunajat mengetuk pintu langit mengharap keberkahan turunnya hujan untuk keberlanjutan kehidupan di bumi ini. Bumi telah memberikan kita tempat untuk hidup, tumbuh, dan berbagai kenikmatan dari Allah SWT. Dalam keadaan suka maupun duka kita tetap harus bersyukur kepada-Nya sebagai sebuah kesadaran bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini adalah takdir dan kehendak-Nya. Hujan adalah anugerah dari-Nya yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan segala makhluk-Nya. Namun, kita juga harus ingat bahwa hujan bukanlah semata-mata air, melainkan rahmat dan karunia dari Allah.

Kita diingatkan oleh Allah dalam Al-Qur’an bahwa musibah seperti kekeringan adalah akibat dari perbuatan manusia yang kurang baik. Oleh karena itu, selain berdoa, kita juga harus melakukan introspeksi dan memperbaiki perbuatan kita. Kita harus berupaya menjaga alam dan sumber daya alam yang Allah anugerahkan kepada kita. Kita harus menjadi pelindung bumi dan segala isinya, seperti yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Khatib juga berwasiat kepada seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kita akan mamu menjalankan perintah Allah, SWT dengan baik. Termasuk perintah untuk merawat jagat alam raya ini. Allah SWT menciptakan kita sebagai khalifah di bumi ini yang berarti kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindunginya.

Dalam berdoa, kita juga harus yakin bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Maha Pengasih. Kita harus menjaga hati dan niat kita dalam berdoa, dan kita harus bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita pada hari ini dan memberikan hujan sebagai tanda rahmat-Nya. Namun, ingatlah bahwa dalam menjalani kehidupan, kita harus tetap bersyukur dan bertawakal kepada-Nya dalam segala kondisi. Amin.”

Seluruh jamaah mengakhiri tausiyah dengan doa bersama, penuh harap dan penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa mereka. Acara sholat Istisqa’ ini merupakan wujud kesatuan dan kebersamaan dalam iman serta upaya bersama untuk menjaga alam dan mendapatkan rahmat hujan dari Yang Maha Kuasa. Semoga doa mereka dikabulkan dan hujan segera turun sebagai tanda kebaikan dan rahmat-Nya.

(HUMAS19)

By mtsn19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *