Mengawali tahun ajaran baru, segenap dewan guru beserta karyawan MTsN 19 Jakarta Selatan menyelenggarakan Rapat Kerja Guru & Karyawan. Rapat kerja Tahun Pelajaran 2023-2024 ini bertemakan “Bersinergi Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar & Profil Pancasila Rahmatan Lil’alamin”. Raker ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 2 dan 15 Agustus 2023.

Pembukaan Raker yang berlangsung pada hari ini mulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta yaitu Bapak Dr.Cecep Khairul Anwar, M.Ag, Kepala Kankemenag Bapak Drs. Nurpawaiduddin, M.Pd dan Kasie Penmad Kemenag Jakarta Selatan Bapak Masturo, S.Ag juga seluruh dewan guru & karyawan termasuk ketua komite MTsN 19 Jakarta beserta jajarannya. Sebelum itu kepala MTsN 19 Jakarta Selatan, Ibu Vera Kusmayanti, M.Pd melaporkan kondisi terkini tentang madrasah sejak kembali ditempati pada tanggal 17 Juli 2023.

Alhamdulillah diawal tahun ajaran ini segenap keluarga besar MTsN 19 Jakarta Selatan kembali beraktifitas di MTsN 19 Jakarta Selatan. Meskipun kondisi madrasah saat ini masih tahap pemagaran dan perbaikan talang air sekitar perpustakaan dan kantin madrasah, namun tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Keadaan dan kondisi guru serta karyawan masih dengan formasi lengkap yakni 29 orang guru dan 17 orang karyawan yang terdiri dari staff TU (Tata Usaha) dan OB juga satpam. Termasuk Ibu Fauziyah yang selama 1 tahun kebelakang menderita sakit yang cukup parah, tapi hari ini beliau bisa kembali berkumpul bersama-sama di MTsN 19 Jakarta Selatan untuk mengajar kembali. Rangkaian acara rapat kerja ini terdiri dari persiapan pembelajaran kurikulum merdeka, Penyusunan modul ajar, Penyusunan P5P2RA, dan akan ditutup dengan Character building yang akan dilaksanakan di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Cecep Khairul Anwar, M.Ag. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa rapat kerja sesungguhnya dilakukan untuk mengukur sejauh mana transfer knowledge kepada siswa dan mengukur standar mutu pendidikan saat ini, standar kelulusan dan Visi-Misi juga target capaian program pendidikan di madrasah selama 1 tahun pelajaran kedepan. Rapat kerja hakikatnya adalah untuk mengevaluasi dan merencanakan. Bagaimana kita menyikapi kurikulum merdeka. Sejatinya kurikulum merdeka adalah memanusiakan manusia. Karena manusia adalah makhluk paling sempurna. Namun manusia memiliki fitrahnya masing2 tidak sama satu sama lain. Fitrah itu keniscayaan yang Allah ciptakan.

Oleh karena itu dengan adanya kurikulum merdeka, tugas guru adalah mengarahkan kemana minat & bakat anak didik kita berkembang. Biarkan mereka mengembangkan potensinya sesuai dengan apa yang mereka kuasai. Karena pendidikan itu sangat kompleks maka kita berikan pendidikan-pendidikan yg kita ajarkan kepada mereka sesuai dengan bakat & minat mereka di madrasah.

Sebelum kita memicu siswa untuk berprestasi, alangkah baiknya dimulai dengan guru yang berprestasi.Karena di dunia pendidikan saat ini sedang mengalami tantangan yang sangat besar. Sekarang ini sudah sangat digital, dan semua anak sudah bercengkrama dengan hal itu, yang disana banyak sekali pengetahuan hanya dengan google. Ditambah lagi muncul AI (Artificial Intelligence) lantas bagaimana kita menyikapinya?

Untuk menyambut kecanggihan zaman yang semakin berkembang ini kita sebagai tenaga pendidik harus adaptif dan agile. Kalau kita tdk masuk ke platform digital dan gaptek agak repot. Oleh karena itu mentri Agama menggaungkan transformasi digital. Agar para guru dapat beradaptasi dan terus mengembangkan kemampuannya dengan teknologi yang berkembang pesat ini. Dimanapun siswa kita mengukir prestasi, saya berharap bapak/ibu gurunya juga mengikuti perkembangannya.

Setelah sekian lama kita meninggalkan rumah madrasah kita, maka ketika kembali perlu kinerja dan kekompakan untuk membenahinya. Yg paling utama di era industri ini sifat kita harus adaptif & agile. Mumpung kita baru masuk ke rmh kita, mari kita tata lingkungan, visi misi, program-programnya. Komite dengan madrasah saling bersinergi, insya allah apapun yg ingin dicapai bisa terealisasi.

Kemudian afektif, psikomotik, dan kognitif harus sejalan. Insya Allah madrasah dengan ciri khas islamnya akan sangat menonjol. Di akhir sambutannya pak Cecep memohon keikhlasan bapak/ibu guru dalam tarbiyatul aulad. Harapannya agar anak2 kita bisa mencerna apa2 yg kita berikan. Semoga rapat kerja ini menghasilkan output yang bermanfaat untuk kedepannya.

By mtsn19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *